Selasa, 12 April 2011

Fungi

FUNGI
1. Beberapa klasifikasi morfologi dari jamur adalah
a. Yeast (Khamir) :
• Bersifat uniseluler (bersel tunggal).
• Mempunyai diameter 3 - 15┬Ám.
• Bereproduksi dengan bertunas.
• Secara mikroskopis : susunan sel berupa rantai tidak beraturan.
• Secara makroskopis : membentuk koloni seperti pasta.
b. Mould (Kapang) :
• Bersifat multiseluler (berserat ganda, dan membentuk benang-benang).
• Filamen : benang yang terdiri dari sel-sel yang tersusun satu sama lain).
• Secara individu filament tersusun menjadi hifa
• Secara kelompok, filament tersusun menjadi miselium.
• Hypha : merupakan elemen utama bentuk vegetatif selama pertumbuhan, selama pertumbuhan berlangsung akan menjadi miselium.
c. Dimorphic (mempunyai dua bentuk) :
• Merupakan gabungan dari pertumbuhan dari mould dan yeast dibawah kondisi normal yaitu temperatur, CO2, dan nutrisi.
• Merupakan thermal dimorphic yaitu grup fungi yang bersifat pathogen.
2. Apakah fungi bersifat fotosintetik? Bagaimanakah cara fungi memperoleh makanan?
• Fungi bersifat nonfotosintetik (saprofit atau parasit).
• Fungi memperoleh makanan dari udara,tanah,air,dan bahan organik yang membusuk atau sampah yang dalam proses digestinya ditunjang oleh enzim proteolitik, enzim lipolitik, dan enzim glikolitik spesifik.
3. Fungi diklasifikasikan menjadi beberapa kingdom. Fungi diklasifikasikan menjadi berapa phyla? Mushroom termasuk klasifikasi phyla apa?
• Jamur ada 4 phyla yaitu:
1. Zygomycetes
Cendawan anggota filum Zygomycota banyak yang mempunyai nilai ekonomi penting. Cendawan ini ada yang digunakan untuk produksi makanan, industri asam organik, dan bersifat parasitik pada tanaman. Zygomycota yang digunakan untuk produksi makanan dan umum kita kenal ialah Rhizopus oryzae atau kapang tempe. Ciri-ciri R. oryzae secara umum, antara lain ialah hifa tidak bersekat (senositik), hidup sebagai saprotrof, yaitu dengan menguraikan senyawa organik. Pembuatan tempe dilakukan secara aerobik. Reproduksi aseksual cendawan R. oryzae dilakukan dengan cara membentuk sporangium yang di dalamnya terdapat sporangiospora. Pada R. oryzae terdapat stolon, yaitu hifa yang terletak di antara dua kumpulan sporangiofor (tangkai sporangium). Reproduksi secara seksual dilakukan dengan fusi hifa (+) dan hifa (-) membentuk progamentangium. Progamentangium akan membentuk gametangium. Setelah terbentuk gamentangium, akan terjadi penyatuan plasma yang disebut plasmogami. Hasil peleburan plasma akan membentuk cigit yang kemudian tumbuh menjadi zigospora. Zigospora yang telah tumbuh akan melakukan penyatuan inti yang disebut kariogami dan akhirnya berkembang menjadi sporangium kecambah. Di dalamsporangium kecambah setelah meiosis akan terbentuk spora (+) dan spora (-) yang masing-masing akan tumbuh menjadi hifa (+) dan hifa (-).
2. Basidiomycetes
Cirri khusus dari jamur kingdom Basidiomycetes adalah mempunyai basidium yang berbentuk seperti gada, tidak bersekat, dan mempunyai 4 basidiospora di ujungnya. Pada jamur tertentu akan mempunyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam badan buah. Basidiomycota hidup sebagai saprotrof, simbiotik antagonistik, dan simbiotik mutualistik pada tumbuhan. Basidiomycota umumnya membentuk tubuh buah makroskopis yang disebut basidiokarp. Di dalam basidiokarp terdapat basidium yang menyangga spora yang disebut basidiospora.Reproduksi seksual dimulai setelah terjadinya peleburan 2 miselium haploid atau 2 basidiospora yang serasi (n+n). Sel hifa haploid yang berinti 2 yang serasi disebut hifa haploid dikariotik. Hifa haploid dikariotik (n+n) terus tumbuh membentuk basidiokarp.
Beberapa sel yang terdapat pada bagian fertil dari basidiokarp berkembang membentuk basidium muda yang kemudian melakukan kariogami menghasilkan inti diploid (2n). Setiap inti diploid mengalami meiosis menghasilkan 4 inti haploid yang kemudian berkembang menjadi basidiospora yang dibentuk di ujung basidium. Setiapbasidium dewasa biasanya menyangga 4 basidiospora. Struktur yang menyangga basidiospora pada basidium disebut sterigma. Macam-macam jamur kingdom Basidiomycetes adalah Pleurotus sp.(jamur tiram), Cyantus sp., dan khamir Sporobolomyces sp.
3. Ascomycetes
Ciri jamur ini adalah mempunyai hifa bersepta, dan dapat membentuk konidiofor. Secara vegetatif dapat berkembang biak dengan potongan hifa, dan pada beberapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. Fase konidi jamur ini juga disebut dengan fase imperfecti. Secara generatif dapat membentuk badan buah yang disebut dengan askokarp, yang di dalamnya terdapat kantung (askus) yang menghasilkan askospora. Askospora merupakan hasil kariogami dan meiosis. Contoh jamur dari kingdom Ascomycetes adalah dari genus Aspergillus dan Penicillium.
4. Deuteromycetes
Kelompok cendawan ini memiliki hifa bersekat dan melakukan reproduksi secara aseksual dengan konidium. Spora aseksual lainnya dapat berupa blastospora (spora yang dibentuk secara bertunas) atau artrospora (spora yang dibentuk dari bagian-bagian hifa). Adapun reproduksi secara seksualnya belum diketahui. Bila cendawan ini membentuk reproduksi seksual maka akan berubah mejadi filum Ascomycota jika membentuk askospora dan filum Basidiomycota jika membentuk basidiospora. Beberapa anggota cendawan ini ada yang membentuk tubuh buah yang berisi spora aseksual yang disebut piknidium.
Cendawan cendawan bermitospora banyak yang bermanfaat dan juga merugikan manusia. Cendawan ini banyak yang sudah digunakan untuk industri diantaranya ialah antibiotik, pangan, dan pupuk hayati. Contoh dari cendawan yang berperan dalam industri antibiotik dan pangan ialah Penicillium. Penicillium chrysogenum dan Penicillium notatum digunakan sebagai penghasil antibiotik penisilin. Antibiotik penisilin pertama kali ditemukan oleh Alexander Fleming. Penicillium roqueforti dan Penicillium camemberti sering digunakan dalam pembuatan keju.
Contoh lain cendawan bermitospora ialah Monilia sitophila. (cendawan oncom) yang memiliki konidia berwarna merah jingga. Cendawan ini digunakan untuk pembuatan oncom merah. Di daerah Bandung, oncom merupakan makanan yang sangat digemari. Monilia sitophila membentuk reproduksi seksual dengan askospora sehingga cendawan seksualnya masuk ke dalam filum Ascomycota. Kelompok cendawan bermitospora yang digunakan dalam industri ialah Aspegillus. Aspegillus niger digunakan untuk produksi asam sitrat atau pupuk hayati. Aspergillus wentii dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kecap, sake, tauco, asam sitrat, dan asam oksalat. Anggota genus Aspergillus juga ada yang bersifat merugikan.
Aspegillus flavus menghasilkan mikotoksin yang disebut aflatoksin. Aspergillus fumigatus dapat menimbulkan penyakit paru-paru pada burung. Aspergillus sp dapat hidup pada makanan, pakaian, buku, dan kayu yang lembab. Cendawan bermitospora banyak yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan diantaranya ialah Fusarium, Curvularia, dan Cladosporium.
• Mushroom termasuk jamur pada kingdom Basidiomycetes.
4. Apakah Hypha dan Mycelium termasuk multiseluler fungi?
Hypha: tabung-tabung kecil berisi sitoplasma dan nukleus. Dinding sel hifa umunya tersusun atas kitin. Beberapa jenis cendawan memiliki hifa dengan sekat-sekat melintang yang dinamakan septa. Hifa yang memiliki sekat dinamakan hifa bersekat atau bersepta. Adapun hifa yang tidak memiliki sekat dinamakan asepta atau senositik. Hifa senositik memiliki banyak inti.
Pada cendawan yang hidup sebagai parasit terdapat hifa yang mengalami modifikasi menjadi haustoria. Haustoria adalah hifa yang berfungsi sebagai organ penyerap makanan atau menempel pada inang. Selain menyerap makanan, hifa dapat berkembang membentuk struktur reproduksi.
• Mycelium: kumpulan dari beberapa hypha. Miselium vegetatif tumbuh pada permukaan atau di atas permukaan, milesium yang tumbuh diatas permukaan dapat ditemukan spora.
5. Apa tipe reproduksi dari fungi?
• Reproduksi secara aseksual, yaitu dengan pembelahan sel (fussion), penguncupan (budding), kombinasi fussion dan budding.
• Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pembentukan spora aseksual, pembentukan spora sexual.
6. Apakah fruiting bodies yang paling penting dari fungi?
Struktur tubuh fungi terdiri dari kapsul (hanya terdapat pada beberapa fungi), dinding sel, membran sitoplasma, sitoplasma (terdiri dari endoplasma, mitokondria, vakuola), dan nukleus.
• Kapsul : tersusun atas polisakarida, berfungsi untuk antifagositik.
Contoh jamur berkapsul adalah Cryptococcus neoformans (yeast yang tak berkapsul).
• Dinding sel : bersifat antigenik, struktur lebih dari satu lapis yang mengandung polisakarida dan protein dan glikoprotein.
Fungsi : untuk menentukan bentuk, tekstur, kekuatandan perlindungan sel jamur terhadap efek shock osmotik. Jenis dan jumlah polisakarida bervariasi antara masing-masing spesies jamur.
• Membran Sitoplasma : terdiri dari lapis dalam dan lapis luar. Lapis dalam mengandung fosfolipida, lapis luar mengandung sterols, ergosterol, zymosterol.
Fungsi : melindungi sitoplasma, mengatur pergerakan keluar masuknya cairan sel, memfasilitasi sintesa kapsul dan dinding sel jamur.
• Sitoplasma : terdiri dari masa semi solid. Mengandung benda-benda sitoplasma yaitu badan golgi (sintesa sel), reticulo endoplasma, mitokondria dan ribosoma, vakuola (ekskresi granula persediaan makanan).
• Nukleus : nukleus terdiri dari membrane nukleus dan nukleolus.
Fungsi : berperan dalam pembiakan sel.
7. Apa ekologi paling penting dari jamur?
Jamur adalah dekomposer utama di sebagian besar permukaan bumi, oleh karena itu jamur mempunyai peran penting dalam siklus biogeokimia dan dalam banyak jaringan makanan.
8. Apakah kegunaan jamur pada pabrik?
• Kegunaan jamur dalam pabrik misalnya dalam bentuk ragi atau Saccharomyces cerevisiae yang digunakan untuk pembuatan roti dan produk dari gandum, misalnya untuk adonan pizza atau kue. Selain berguna dalam pembuatan kue, ragi juga berperan dalam minuman beralkohol melalui proses fermentasi.
• Aspergillus oryzae merupakan unsur penting dalam pembuatan bir Shoyu (asal Jepang) dan sake.
• Rhizopus merupakan ragi yang digunakan dalam pembuatan tempe.
• Untuk obat, jamur yang digunakan adalah Agaricus blazei, Ganoderma lucidum, Cordyceps sinensis. Menurut penelitian jamur jenis ini mampu menghambat virus dan sel-sel kanker.

9. Apa arti Lichens? Bagaimana peran jamur dalam interaksi jamur dan algae?
Lichens adalah organisme komposit yang terbentuk dari jamur yang berfotosintesa dengan alga, biasanya dengan alga hijau (Trebouxia) atau dengan Cyanobacterium. Lichens disebut juga dengan Lumut Kerak. Habitat liken sangat bervariasi dan dapat hidup pada daerah yang ekstrim. Liken dapat melekat pada batu atau tembok yang tidak dapat ditempati oleh makhluk hidup lain. Oleh karena itu liken disebut juga makhluk hidup pioner atau perintis. Liken membantu proses pembentukan tanah dengan cara menghancurkan batuan dengan unsur likenik. Perubahan cuaca, kelembaban dan pelepasan zat kimiawi oleh liken menyebabkan permukaan batuan melapuk yang kemudian dipakai sebagai media tumbuh untuk hidup tanaman dan hewan-hewan kecil. Liken yang bersimbiosis dengan sianobakteri dapat melkukan fiksasi nitrogen dari udara. Hal inimembantu siklus nitrogen yang ada di alam. Liken sangat sensitif terhadap beberapa jenis polutan yang berbahaya. Misalnya fluorid, logam berat, zat radioaktif, bahan kimia pertanian, dan pestisida. Dengan demikian liken tidak dapat hidup di lingkungan yang sudah tercemar. Sifat inilah yang membuat liken sering dipakai sebagai indikator pencemaran lingkungan. Liken yang hidup melekat pada batu-batuan diantaranya ialah Graphis sp sedangkan yang tumbuh melekat pada batang pohon ialah Usnea dasipoga. Usnea menghasilkan asam usnin yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit TBC.
10. Apa arti dari Mycoriza? Bagaimana partisipasi Mycoriza dalam interaksi ekologi?
Mycoriza bersifat simbiosis mutualistik antara cendawan dengan akar tumbuhan. Dalam simbiosis mikoriza, cendawan mendapatkan unsur karbon dari tumbuhan, sedangkan tumbuhan mendapatkan air dan mineral dari cendawan, terutama fosfat. Hampir semua tumbuhan di dunia bersimbiosis membentuk mikoriza. Cendawan yang membentuk simbiosis mikoriza disebut cendawan mikoriza. Cendawan mikoriza termasuk ke dalam filum Zigomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota. Berdasarkan tipe kolonisasinya, mikoriza dibedakan menjadi ektomikoriza dan endomikoriza.
Ektomikoriza.
Salah satu contoh ektomikoriza ialah simbosis mutualistik antara cendawan dengan akar pohon Pinus sp. Cendawan yang membentuk ektomikoriza ialah Ascomycota dan Basidiomycota. Kolonisasi cendawan terbentuk secara interseluler dan membentuk hifa pada permukaan luar akar inangnya yang disebut mantel. Hifa cendawan mengkolonisasi akar sampai korteks dan tidak menembus endodermis. Selain tumbuh di dalam akar hifa cendawan juga tumbuh di dalam tanah yang berfungsi untuk menyerap air dan zat hara terutama fosfat sehingga mikoriza berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan akar.

Peningkatan pertumbuhan tanaman Pinus yang bersimbiosis dengan cendawan membentuk ektomikoriza.
Endomikoriza
Endomikoriza ialah mikoriza yang kolonisasi cendawannya terjadi secara intraseluler. Simbiosis mutualistik endomikoriza terbentuk antara cendawan dengan tanaman pertanian, perkebunan, tanaman dari hutan tanaman industri, dan tanaman hias. Anggrek, jagung, alpukat, melon, coklat, sengon, dan kunyit merupakan contoh tanaman yang bersimbiosis membentuk endomikoriza. Seperti halnya pada ektomikoriza, pada endomikoriza kolonisasi cendawan hanya sampai pada korteks. Cendawan mikoriza tidak mengkolonisasi endodermis akar seperti pada cendawan parasit. Cendawan yang membentuk endomikoriza termasuk ke dalam filum Zigomycota.
11. Apa penyakit hewan yang disebabkan oleh jamur?
1. Candidiasis
Dapat menyebabkan infeksi kutaneus, mucocutaneus, atau infeksi sistemik pada manusia dan hewan. Candidiasis disebabkan oleh Candida albicans, yang merupakan flora normal pada kulit manusia dan hewan, tapi bila jumlahnya berlebihan dapat bersifat pathogen.
2. Aspergillosis
Aspergillosis disebabkan oleh Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus, Aspergillus terreus, Aspergillus niger. Yang paling berbahaya dan menghasilkan toksin adalah Aspergilllus flavus. Aspergillosis dapat menyerang burung, sapi, domba, kuda, anjing, kucing, dan reptil. Pada burung, penyakit Aspergillosis dapat menyebabkan pneumonia yang tertular melalui pakan yang tercemar Aspergillosis flavus. Pada sapi, domba, dan kuda aspergillosis dapat menyebabkan abortus, pada anjing, kucing, dan reptile aspergillosis dapat menyebabkan infeksi pada saluran respirasi.
12. Apa itu Cyclosporin? Bagimana peran jamur pada substansi tersebut?
Cyclosporin adalah obat yang berasal dari jamur yang digunakan untuk menekan system kekebalan tubuh. Obat ini biasa diberikan kepada pasien yang selesai melakukan operasi transplantasi untuk membantu mencegah penolakan tubuh terhadap organ atau jaringan baru hasil transplantasi.
Cyclosproin pertama kali diekstraksi dari jamur inflatum Gams Tolypocladium pada tahun 1970. Cyclosporin juga disebut dengan nama nivea jamur Beauveria, Jean Borel dan ilmuwan lainnya yang bekerja di Sandoz (sekarang Novartis) di Basel, Swiss menemukan sifat imunosupresif dari siklosporin dalam contoh tanah dari Amerika Serikat dan Norwegia. Tidak seperti immunosupressants lainnya pada saat penemuannya, siklosporin selektif sel T ditekan. Bagian dari limfosit sel darah putih, sel T menciptakan reaksi kekebalan tubuh terhadap patogen tertentu. Siklosporin adalah peptida jamur, peptida adalah senyawa organik terdiri dari asam amino dan dihubungkan bersama melalui ikatan peptida secara kimia. Cyclopsorin adalah sebelas asam amino protein dan diproduksi oleh mikroorganisme di dalam jamur.
TERMINOLOGI
1. Arthrospora
Arthrospora adalah perkembangbiakan jamur secara asexual yaitu dengan terjadinya segmentasi pada ujung-ujung hifa kemudian sel-sel membulat, dan akhirnya lepas menjadi spora, misalnya terjadi pada Geotrichum sp.
2. Conidiofora
Conidiofora adalah perkembangbiakan pada jamur tingkat tinggi sehingga terbentuk spora.
3. Dimorfik
Dimorfik adalah jamur yang memiliki dua bentuk, yaitu bentuk Mould (kapang) dan bentuk Yaest (khamir). Jamur yang mempunyai bentuk dimorfik adalah Candida albicans dan Cryptococcus neoformans.

4. Geofilik
Geofilik adalah jamur yang hidup di tanah dan dapat menyebabkan penyakit ringworm pada hewan dan bersifat zoonosis ke manusia.
5. Hifa /Hyphae
Hifa adalah Hypha: tabung-tabung kecil berisi sitoplasma dan nukleus. Dinding sel hifa umunya tersusun atas kitin. Beberapa jenis cendawan memiliki hifa dengan sekat-sekat melintang yang dinamakan septa. Hifa yang memiliki sekat dinamakan hifa bersekat atau bersepta. Adapun hifa yang tidak memiliki sekat dinamakan asepta atau senositik. Hifa senositik memiliki banyak inti.
6. Miselium
Miselium adalah kumpulan dari beberapa hifa. Miselium vegetatif tumbuh pada permukaan atau di atas permukaan, milesium yang tumbuh diatas permukaan dapat ditemukan spora.
7. Septa
Septa adalah sekat-sekat yang terdapat pada hifa. Hifa yang memiliki sekat dinamakan hifa bersekat atau bersepta. Adapun hifa yang tidak memiliki sekat dinamakan asepta atau senositik. Hifa senositik memiliki banyak inti.
8. Ringworm
Ringworm adalah suatu penyakit kulit yang bersifat superficial, meliputi lapis-lapis keratin kulit dan apediksnya (rambut, kuku, dan sayap), yang disebabkan oleh golongan jamur. Ada dua jenis jamur penting penyebab ringworm yaitu Microsporum dan Trichophyton spp.

9. Pseudohifa
Pseudohifa adalah Fungi dengan bentuk khamir atau fungi seperti ragi dapat tumbuh melalui perpanjangan selnya sehingga menyurapai hifa. Perbedaannya adalah perlekatan antara sel tidak kuat, sehingga disebut pseudohifa. Intinya pseudohifa adalah perpanjangan sel yang menyerupai hifa atau hifa semu.
10. Sporangium
Sporangium adalah kotak spora berbentuk kapsul pada jamur dan lumut. Sporangium berfungsi sebagai tempat untuk pembentukan spora, dan merupakan hasil dari pertumbuhan zigot dimana pada bagian tengah sporangium terdapat kolumela, yaitu bagian yang bersifat steril.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar